Sabtu, 23 Januari 2021

MENJADI KAYA dan TETAP KAYA


Dalam cerita perjalanan hidup manusia, sangat disayangkan banyak sekali Orang-Orang Kaya yang dalam hidupnya akhirnya Jatuh Miskin.  Namun, Alhamdulillah kita juga banyak mendengar cerita orang-orang Miskin yang berubah menjadi orang kaya.

Sebagian besar kita kemungkinan sering mendengar motivasi tentang bagaimana cara-cara untuk menjadi orang kaya. Salah satu caranya nya adalah dengan mempersiapkan Diri untuk layak menerima kekayaan tersebut. Saya masih ingat salah satu motivator terkenal bilang bahwa sebuah mangkok bila ingin menambah isinya, maka harus memperbesar ukuran mangkoknya. Jadi seorang manusia bila ingin bertambah kaya, maka orang tersebut seharusnya memperluas kemampuan dirinya untuk dapat menerima kekayaan yang diinginkan tersebut. 

Sayangnya cerita motivasi yang positif tersebut tidak pernah ada yang terpikir untuk melanjutkan lagi dengan cerita umum yang sering terjadi berikutnya dalam kehidupan manusia.  Cerita berikutnya dalam kehidupan manusia adalah Apa yang terjadi setelah manusia memperoleh apa yang diinginkan dan apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut setelah menjadi kaya.  Apakah orang-orang tersebut akan tetap kaya dalam waktu yang cukup lama, ataukah setelah kaya menjadi jatuh miskin kembali?

Biasanya Manusia sering lolos Ujian/Cobaan Hidup dan melakukan banyak  ibadah serta kebajikan dalam dirinya di saat mereka hidup susah atau hidup miskin.  Namun jauh lebih banyak manusia yang gagal dalam hidupnya dan terperosok ke dalam lembah kehidupan yang penuh dosa di saat mereka hidup dalam kekayaan dan berkelimpahan materi.

Kembali ke cerita motivasi tentang memperbesar ukuran mangkoknya.  Cerita berikutnya yang menjadi Pertanyaan di dalam benak saya adalah: sampai sebesar apa dan sampai kapan mangkoknya diperbesar terus. Bila ditanyakan sampai kapan, pasti sampai umur manusia itu habis alias wafat atau bahkan sebelum wafatpun sudah sulit memperbesar mangkoknya karena fakator usia dan fisik yang melemah.  Tapi kalo ditanya sampai sebesar apa mangkoknya?  Ibarat nafsu manusia tidak akan pernah ada habisnya. Di Al Qur’an disebutkan bahwa Manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas dalam hal materi dunia.  Alhasil manusia seperti ini bisa terperangkap dalam hidupnya untuk terus memperbesar mangkoknya dengan segala cara. Iya kalo caranya Halal, kalo pake cara Haram? Kalo pun caranya Halal untuk memperbesar mangkoknya, lalu dikemanakan hasil yang diperoleh dari mangkok yang besar tersebut? Jangan-jangan malah terperosok dalam lembah kehidupan penuh dosa karena hasilnya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan menzolimi dirinya dan orang lain tanpa disadari. Contoh: Kekayaan digunakan untuk menyogok untuk kepentingan pribadi menzolimi orang lain; atau Kekayaan untuk menguasai orang lain dan mengambil hak-hak orang lain. Atau Kekayaannya tidak dia gunakan dan manfaatkan karena saking banyaknya Materi yang dimilikinya, sehingga orang-orang terdekatnya yang memanfaatkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan merugikan orang lain.

“Sikap mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan merupakan cikal bakal seluruh kerusakan. Sikap mengikuti hawa nafsu akan membutakan seseorang sehingga dia tidak mengenali kebenaran dan tidak mencarinya. Panjang angan-angan akan membuat seseorang lupa akhirat dan menghalangi upaya mempersiapkan diri menghadapinya” (Ibnul Qayyim).

Cerita motivasinya harusnya dilanjutkan lagi bahwa Semakin besar mangkoknya, maka harus semakin banyak dan sering dikeluarkan isinya untuk hal-hal yang bermanfaat di dunia agar Kekayaan yang dimiliki menjadi modal untuk mendapatkan kekayaan yang kekal di akhirat.  Insha Allah orang-orang Kaya seperti inilah yang akan tetap menjadi Kaya alias mendapatkan Kekayaan yang Kekal di dunia dan di akhirat nanti.   ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri Akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al Qashash:77)

Ayat ini sebagai bukti bahwa Manusia yang telah diberi anugerah dengan Mangkok yang besar dan hasil kenikmatan dunia yang banyak, gunakanlah hasilnya sebanyak mungkin untuk kebaikan, karena bila tidak untuk kebaikan maka sudah pasti hasil kekayaan tersebut akan terpakai untuk hal-hal buruk yang tidak bermanfaat dan membuat kerusakan. Dan Allah sangat tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Bila Allah tidak suka terhadap orang-orang kaya yang berbuat kerusakan tersebut, maka sudah pasti Allah akan ambil kekayaan dari orang-orang tersebut, dihancurkan mangkoknya, dan dijadikan orang-orang tersebut menjadi miskin kembali.

-BP-