Dalam cerita perjalanan hidup manusia, sangat disayangkan
banyak sekali Orang-Orang Kaya yang dalam hidupnya akhirnya Jatuh Miskin. Namun, Alhamdulillah kita juga banyak
mendengar cerita orang-orang Miskin yang berubah menjadi orang kaya.
Sebagian besar kita kemungkinan sering mendengar motivasi
tentang bagaimana cara-cara untuk menjadi orang kaya. Salah satu caranya nya
adalah dengan mempersiapkan Diri untuk layak menerima kekayaan tersebut. Saya
masih ingat salah satu motivator terkenal bilang bahwa sebuah mangkok bila
ingin menambah isinya, maka harus memperbesar ukuran mangkoknya. Jadi seorang
manusia bila ingin bertambah kaya, maka orang tersebut seharusnya memperluas
kemampuan dirinya untuk dapat menerima kekayaan yang diinginkan tersebut.
Sayangnya cerita motivasi yang positif tersebut tidak pernah
ada yang terpikir untuk melanjutkan lagi dengan cerita umum yang sering terjadi
berikutnya dalam kehidupan manusia.
Cerita berikutnya dalam kehidupan manusia adalah Apa yang terjadi
setelah manusia memperoleh apa yang diinginkan dan apa yang dilakukan oleh
orang-orang tersebut setelah menjadi kaya.
Apakah orang-orang tersebut akan tetap kaya dalam waktu yang cukup lama,
ataukah setelah kaya menjadi jatuh miskin kembali?
Biasanya Manusia sering lolos Ujian/Cobaan
Hidup dan melakukan banyak ibadah serta kebajikan
dalam dirinya di saat mereka hidup susah atau hidup miskin. Namun jauh lebih banyak manusia yang gagal
dalam hidupnya dan terperosok ke dalam lembah kehidupan yang penuh dosa di saat
mereka hidup dalam kekayaan dan berkelimpahan materi.
Kembali ke cerita motivasi tentang memperbesar ukuran
mangkoknya. Cerita berikutnya yang
menjadi Pertanyaan di dalam benak saya adalah: sampai sebesar apa dan sampai
kapan mangkoknya diperbesar terus. Bila ditanyakan sampai kapan, pasti sampai
umur manusia itu habis alias wafat atau bahkan sebelum wafatpun sudah sulit
memperbesar mangkoknya karena fakator usia dan fisik yang melemah. Tapi kalo ditanya sampai sebesar apa
mangkoknya? Ibarat nafsu manusia tidak
akan pernah ada habisnya. Di Al Qur’an
disebutkan bahwa Manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas dalam hal
materi dunia. Alhasil manusia
seperti ini bisa terperangkap dalam hidupnya untuk terus memperbesar mangkoknya
dengan segala cara. Iya kalo caranya Halal, kalo pake cara Haram? Kalo pun
caranya Halal untuk memperbesar mangkoknya, lalu dikemanakan hasil yang
diperoleh dari mangkok yang besar tersebut? Jangan-jangan malah terperosok
dalam lembah kehidupan penuh dosa karena hasilnya digunakan untuk hal-hal yang
tidak bermanfaat bahkan menzolimi dirinya dan orang lain tanpa disadari. Contoh:
Kekayaan digunakan untuk menyogok untuk kepentingan pribadi menzolimi orang
lain; atau Kekayaan untuk menguasai orang lain dan mengambil hak-hak orang
lain. Atau Kekayaannya tidak dia gunakan dan manfaatkan karena saking banyaknya
Materi yang dimilikinya, sehingga orang-orang terdekatnya yang memanfaatkan
untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan merugikan orang lain.
“Sikap mengikuti hawa
nafsu dan panjang angan-angan merupakan cikal bakal seluruh kerusakan. Sikap
mengikuti hawa nafsu akan membutakan seseorang sehingga dia tidak mengenali
kebenaran dan tidak mencarinya. Panjang angan-angan akan membuat seseorang lupa
akhirat dan menghalangi upaya mempersiapkan diri menghadapinya” (Ibnul Qayyim).
Cerita motivasinya harusnya dilanjutkan lagi bahwa Semakin
besar mangkoknya, maka harus semakin banyak dan sering dikeluarkan isinya untuk
hal-hal yang bermanfaat di dunia agar Kekayaan yang dimiliki menjadi modal
untuk mendapatkan kekayaan yang kekal di akhirat. Insha Allah orang-orang Kaya seperti inilah yang akan tetap menjadi Kaya
alias mendapatkan Kekayaan yang Kekal di dunia dan di akhirat nanti. ”Dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri Akhirat, dan janganlah kamu
melupakan kebahagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada
orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
(QS. Al Qashash:77)
Ayat ini sebagai bukti bahwa Manusia yang telah diberi
anugerah dengan Mangkok yang besar dan hasil kenikmatan dunia yang banyak,
gunakanlah hasilnya sebanyak mungkin untuk kebaikan, karena bila tidak untuk
kebaikan maka sudah pasti hasil kekayaan tersebut akan terpakai untuk hal-hal
buruk yang tidak bermanfaat dan membuat kerusakan. Dan Allah sangat tidak
menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Bila Allah tidak suka terhadap
orang-orang kaya yang berbuat kerusakan tersebut, maka sudah pasti Allah akan
ambil kekayaan dari orang-orang tersebut, dihancurkan mangkoknya, dan dijadikan
orang-orang tersebut menjadi miskin kembali.
-BP-