Sabtu, 26 Januari 2019

BEKERJA KERAS vs BERUSAHA KERAS ( Bersungguh-Sungguh)

"Kerja Keras mengejar Kesuksesan dan Rejeki..??"

Hampir semua orang setuju bahwa Kerja Keras adalah Wajib demi meraih Kesuksesan dan mendapatkan Rejeki (Kekayaan).  

Namun, lagi-lagi kita sebagai orang biasa (bukan ahli agama) tidak menemukan ayat di Al Quran kata-kata "Kerja Keras", sebaliknya yang sering ditemukan adalah kata-kata "Bersungguh-sungguh" yaitu lebih lebih dekat korelasinya dengan "Berusaha Keras", bukan "Bekerja Keras"...alias lebih condong ke "Usaha" bukan "Kerja".   

Bisa dibilang "Kerja Keras" itu One thing dan "Kesuksesan, Rejeki" itu Another Thing.  Lagi-lagi klo percaya Takdir Allah, maka seyogyanya Kesuksesan, Rejeki itu adalah hasil yang diperoleh. Jika semua itu hasil yang diperoleh, maka pasti ada yang "Maha Memberi" dan "Maha Berkehendak".  

Selain itu, bila Kerja Keras itu adalah syarat untuk sukses, maka pasti akan banyak yang Sukses dan Kaya.

Secara logika bahasa memaknai kata"Keras" ini adalah sesuatu yang pasti dihindari banyak orang.  Dan banyak yang mengartikan "Kerja Keras" sebagai banting tulang kerja siang malam, lembur, dll, yang korelasi arti kerja keras nya secara fisik.  Intinya bila seseorang bekerja keras, maka tidak ada cukup waktu untuk hal lain kecuali "Kerja.  Sungguh sebuah kata yang sangat sempit maknanya.

Sebaliknya kata "Bersungguh-sungguh" memiliki arti yang lebih luas dan dalam.  Kata ini memiliki unsur niat dan usaha untuk hal-hal yang pasti lebih baik.  Tidak mungkin orang mengucapkan kata "Bersungguh-sungguh (berusaha)" untuk hal yang tidak baik. 

Itu sebabnya banyak orang di Dunia (khususnya di Indonesia) yang sebenarnya Pintar, Rajin, dan banyak sekali yang bekerja Keras (bahkan sering kerja lembut meskipun tidak dibayar) namun tidak memberikan hasil yang baik dan bermanfaat.  Bahkan seringkali kerja kerasnya secara sadar dan tidak sadar dilakukan untuk mengambil hak orang lain. Tidak heran masih banyak pejabat pemerintah di Indonesia yang pintar dan bekerja keras melobi berbagai pihak sampai lembur malam, namun ujung-ujungnya Korupsi, mencuri, dan merampas hak-hak orang lain. 

Sebenarnya segala Pekerjaan yang bersifat fisik ataupun waktu kerja itu sudah diatur oleh Allah dan disampaikan melalui ayat Al Qur'an yang kurang lebih berbunyi: "...dan kami jadikan bagimu waktu Siang (terbitnya Matahari) untuk bekerja, dan waktu Malam untuk kamu beristirahat."  

Selain itu ada juga ayat yang berbunyi: "...maka Berjalanlah kamu di muka bumi..."
Jadi dalam hal urusan yang menghabiskan waktu di dunia ini kita tidak disuruh "Berlari" (bisa diartikan bekerja keras), namun disuruh "Berjalan".  Logikanya bila kita menjalani waktu hidup ini dengan berjalan, maka kita akan lebih dapat menikmati proses berjalannya waktu.  Sebaliknya, bila kita berlari dalam melewati waktu hidup ini, maka fokus kita di dunia saat berlari (bekerja lembur, dll) pasti fokus sama hasil yang dituju, dan lupa terhadap proses kiri dan kanan yang harus kita lalui.  Bahkan seringkali saking kerja kerjas dan fokus sama nafsu pribadinya, maka rela mengorbankan segala proses yang dilalui, bahkan seringkali hak orang lain pun dirampas.

Jadi, sebenarnya yang kita perlu lakukan adalah Bersungguh-sungguh dalam menjalani hidup ini. Bisa juga diartikan sebagai "Berusaha Keras", dan bukan "Bekerja Keras".
Yakni:
Berusaha Keras untuk Sepenuh Hati/PROFESIONAL dalam menjalankan Pekerjaannya.
Berusaha Keras untuk Jujur, 
Berusaha Keras untuk Sabar, 
Berusaha Keras untuk bangun pagi Sholat Subuh di Masjid, 
Berusaha Keras untuk berbuat Baik kepada orang lain meskipun dia memusuhimu, 
Berusaha Keras untuk Bermanfaat bagi Orang Lain, 
Berusaha Keras untuk menentang Kedzaliman dan Kemungkaran, dll yang semuanya bersifat positif yang tujuannya untuk memberikan Kebaikan dan Keselamatan bagi kita semua di Dunia dan Akhirat.

Pada akhirnya, Semua hal-hal baik yang harus kita lakukan selama di dunia ini membutuhkan Kesungguhan (Usaha Keras) untuk istiqomah dalam melakukannya di tengah-tengah godaan mainstream yang salah kaprah dan cenderung membuat kerusakan dan ketidak-seimbangan dalam hidup. 

Hanya ada satu kata di dalam Al Qur'an yang secara fisik mendekati arti Kerja Keras, yaitu "Berlomba". Karena kata "Berlomba" tentunya suatu tindakan atau aksi yang saling mencurahkan keterampilan dan kekuatan setiap orang agar tercapai ataupun memenangi tujuan pribadi yang diinginkan.  
Menariknya, kata "Berlomba" ini hanya ada di dalam ayat Al Quran yang kurang lebih berbunyi: "....maka berlomba-lomba lah kamu dalam berbuat kebaikan."
Masya Allah, jadi yang identik dengan makna Kerja Keras yang menghabiskan waktu kita selama hidup itu adalah untuk berbuat Kebaikan di muka bumi ini.  Bukan untuk memenuhi ataupun mencapai nafsu pribadi, goal pribadi, ataupun tujuan pribadi kita masing-masing.

-BP-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar